Senin, 01 Desember 2014

Belajar Ngeblog

Bocah Gemblong  Belajar Ngeblog



Setelah sering nulis ini itu, dan ngeblog sekitar dua kali (dan hilang karena lupa passwordnya) sayapun akhirnya memberanikan diri untuk memulai. Lalu Ta... daaa blog yang masih berbentuk embrio ini pun dengan nekat dilahirkan. Ide ngeblog sebenarnya sudah lamaaa banget. Tapi karena enggak telaten dan sering lupa, blog tak terurus. Lalu momen itu datang.....

Seorang teman bernama Mbak Pungky tiba-tiba memberikan saran, kenapa nggak ngeblog aja? Kamu kan hobinya dolan dan makan. Kenapa nggak ngeblog? Dengan ngeblog deskripsi rasa lebih detil, orang bisa baca, info makin akurat. Tulisan nggak cuma di koran *piiiipppp*. Kan sayang.. Kan Lumayan.. Kenapa nggak ngeblog? Dengan ngeblog relasi di dunia maya makin nambah, sukur-sukur banyak yang baca blog terus jadi duit dehh. Lah, kenapa nggak ngeblog???

Meeeehhh. Saya agak menggila, terngiang-ngiang celotehan Mbak Pungky ini. Akhirnya, jadilah Gemblong Dolan ini. Gemblong sebenarnya berasal dari kata Gemblung, bahasa jawa yang artinya edan alias gila. Sedangkan dolan itu bermain. Bahasa kerennya ya....travelling kali ya. Hehe.
Jadi saya adalah si gila bermain. Atau si gila travelling? Hehehe, terseraaaaahhh deh :D

Oke, sebenarnya, saya kasih tahu rahasia. Gemblong itu sama kayak jadah .Jadah itu dari ketan yang rasanya wulet, dengan campuran kelapa muda yang ditumbuk :D

Intinya, di sini saya mulai belajar kembali untuk berbagi. Mengisi seputar makanan enak sampai nggak enak yang pernah mampir di perut, dan beberapa tempat yang  saya dolani.

Baiklah, Buat pemanasan saya jajal nulis.

Pemirsah, ini ada makanan yang baru saya cobain beberapa hari lalu di Jalan Brigjen Encung, Purwokerto. Tempat makan itu bernama Sawoeng Mas.

Di sini, saya sempet ngicipin tiga menu. Pecak Ikan Gurami, Pepes Nila, dan Pepes Ayam.
Pecak ikan gurami ini rasanya dominan gurih. Ada rempah yang bercampur santan. Ikannya udah digoreng terus disiram santan itu. Gurih sih, malah saking gurihnya jadi asin. Tapi buat pecinta makanan asin, pecak ini cucok banget di lidah. Kuahnya itu lhoooo, bagaikan lautan berbuih dengan ikan yang terendam. Harganya lumayanan Rp 54 ribu buat satu porsi gurami besar. Kalau dimakan buat berdua sih cukup, dengan catatan : pakai nasi :D

Pecak Gurami

Lalapan daun kemangi dan tomat, makin bikin segerr... (buat yang suka sih tapi)

Nah, selanjutnya, mari berpindah ke menu pepes. Ada pepes ikan nila, dan pepes ayam. Dua-duanya rasa pepes sih. Cuma yang bikin beda, pepes ikan itu dimasak pepes bareng kemangi yang buanyak. Nah buat yang gak suka kemangi, pepes ayam mungkin pas. Soalnya ayam dipepes dengan potongan daun bawang dan kuah yang menemani... Kalau pesen pepes ayam, masih dikasih tambahan sambel. Yes, soalnya ya gimana yaa, kota Purwokerto emang enggak pernah bisa lepas sama yang namanya ayam plus sambel, hiks.

Baiklah, kembali ke topik. Pepes nila ini rasanya gurih, tapi tidak segurih pecak. Mungkin karena kemanginya itu kali yak? Terus ikannya masih berasa 'tanah'. Tahu kan ya rasa ikan air tawar? Kadang masih bau 'tanah' alias sepo. Nah itu rasanya. Bumbunya dominan kemangi, ditambah lalap kemangi seger dan tomat. Kayaknya pecinta daun kemangi memang betul-betul dimanjakan...

Pepes Nila
Potongan cabai di dalam pepes juga bikin rasanya pedes-pedes gimanaaa gitu. Hihihi. Harga pepes nila ini Rp 14 ribu sajahh saudara-saudara...

Pepes Ayam plus sambel goreng


Aslinya ayamnya enggak sekecil itu sih.. tapi memang kecil hehe, duo potongan tomat menemani. Lebih enak lagi kalo kita nyuwir potongan ayam terus dicocol ke sambel goreng ini. Nyamnyamnyam...

Ini penampakan tempat makan Sawoeng Mas
Abis makan, langsung tepar. Begitulah yang terjadi pada saya. Soalnya bentuk tempat makan ini pas di pinggir sawah dengan sekat kayu sederhana. Ruangan juga ngablak, jadi angin sepoi dari sawah langsung semilir.... ngantuk.
Kalau hujan, sudah disiapkan tirai bambu yang digulung di 'jendela' ngablak yang arahnya ke sawah.

Alhamdulillah. Pelajaran ngeblog nekat pertama jadi juga.


Sekiaaaan,
lain waktu kita makan-makan lagi. Berhubung saya masih di Purwokerto, maka banyak makanan yang diulas di sini adalah panganan kulineran Purwokerto :D Hehe hehehehehehehe.